FORUM OPD DINAS  PERTANIAN DAN PANGAN CAPAI PRESTASI, TARGET KINERJA 2020 TERLAMPAUI

Dinas Pertanian dan Pengan (DPP) Kota Yogyakarta, hari ini Kamis, 25 Februari 2021 menyelenggarakan rapat Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DPP di ruang rapat mas kirana. Rapat tatap muka dihadiri kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Suyana, berikut jajaran pejabat struktural, sedangkan peserta rapat lainnya dilakukan virtual via zoom meeting. Hadir virtual yaitu dari Bappeda, BPKAD, wakil medik paramedik veteriner, serta 45 kalurahan se Kota Yogyakarta. Tujuan rapat forum OPD DPP siang hari ini adalah untuk menyusun rencana kerja (RENJA) DPP tahun 2022. Hadir dalam rapat virtual sebanyak 60 peserta. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam pengantarnya, Suyana menyampaikan bahwa DPP di tahun 2020 telah berhasil mencapai indikator kinerja sasaran Kota Yogyakarta yaitu Skor Pola Pangan Harapan (PPH) diatas target yang telah ditetapkan dengan capaian 94,3 dari target 87,5. Pertemuan forum ini akan digunakan dalam rangka penyusunan RENJA DPP 2022 untuk itu dimohon untuk masukan dan bantuan dari berbagai pihak termasuk Bappeda. Tahun 2022 merupakan akhir tahun periode RPJMD 2017-2022 sehingga seluruh target kerja dari Walikota Yogyakarta dalam RPJMD harus tercapai. Pembangunan pertanian akan lebih difokuskan pada pertanian perkotaan dengan tugas utama DPP adalah pemberdayaan masyarakat dan pengaturan kebijakan.

Suyana menambahkan "pertanian perkotaan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan berbagai cara untuk mendapatkan hasil pangan dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Menanam yang bisa menghasilkan, menyehatkan, dan menyejahterakan kita. Pertanian merupakan masalah mendasar bumi Mataram yang berbasis pertanian, untuk itu perlu dikembangan musrenbang tematik kelompok dengan petani di kota dengan wilayah dan juga dengan DPP berupa musrenbang pertanian".

Tahun ini perlu dilakukan review terhadap Renstra DPP 2017-2022, karena indikator kinerja sasaran dinas yaitu Angka Ketersediaan Energi pada tahun 2020 capaian kinerjanya telah melampaui target kinerja pada akhir periode Renstra tahun 2022. Selain itu juga ada beberapa indikator kinerja program yang capaian kinerjanya pada tahun 2020 ini juga telah melampaui target kinerja program pada akhir periode Renstra tahun 2022.

Bappeda yang  diwakilkan Prillia Astuti menyampaikan pembahasan usulan masyarakat terkait kampung sayur, lele cendol mana yang bisa diakomodir sehingga menjadi prioritas DPP. Indikator program kerja tahun 2020 DPP bisa mencapai target kerja ditengah pandemi. Terkait usulan Pokok Pikiran DPRD Kota Yogyakarta yang harus diverifikasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan, maka perlu dilakukan pencermatan dengan mendasarkan kepada kesesuaian dengan program dan kegiatan prioritas dinas, kemampuan SDM serta ketersediaan anggaran.

Rencana kerja 2022 DPP dipaparkan Ka Sub. Bag PEP Ashardini Eka Setianingsih, S.TP, M.T. Disampaikan Dini beberapa point terkait sasaran dan  target RPJMD 2017-2022, Renstra 2017-2022, indikator kinerja program dimana di tahun 2020.  Semua indikator telah terlampaui targetnya. Dini juga memaparkan rencana program kerja 3 bidang yang ada di DPP yaitu bidang pangan, bidang pertanian, dan bidang perikanan dan kehewanan.

Rencana kerja bidang pangan yang dipandegani Ir. Muhammad Imam Nurwahid ditekankan pada peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan, penanganan kerawanan pangan, pengawasan keamanan pangan baik pada komoditas asal tumbuhan maupun asal hewan, pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang dititikberatkan pada pembinaan mutu dan kualitas komoditas perikanan kepada pelaku usaha perikanan.

Rencana kerja bidang pertanian yang dikepalai oleh Eny Sulistyowati, S.P meliputi terwujudnya kebun percontohan budidaya, pelestarian dan pengembangan kultivar pisang, terwujudnya seed banana center melalui perbanyakan bibit dengan kultur jaringan, terwujudnya kebun percontohan teknologi pertanian perkotaan di kebun hortikultura, terwujudnya kebun florikultur di kebun tegalrejo, pengembangan saluran irigasi dengan mengoptimalkan kelompok P3A, pengembangan luas lahan sawah yang ada di Kota Yogyakarta dengan cara pengendalian lahan sawah beririgasi teknis, pengembangan kampung agro, pengembangan pemanfaatan lahan pekarangan dengan teknologi hidroponik, penomoran register kelompok tani, peningkatan kelas kelompok, penguatan kelembagaan kelompok dengan sasaran kelompok yang pasif, penguatan kapasitas PPL swadaya dengan tujuan PPL mampu mandiri untuk membina dan berperan aktif dalam pembinaan kelompok, pengembangan P4S secara spesifik komoditas, peningkatan validasi data pertanian, dan optimalisasi penggunaan kartu tani.

Rencana kerja bidang perikanan dan kehewanan yang dipimpin oleh drh. Aladria mencakup perikan: bimtek budidaya lele bagi pemula dilanjutkan pendampingan, bimtek penanganan panen lele bagi kelompok madya, temu komunitas pembudidaya ikan hias, sosialisasi bagi POKWASMAS (yang ada di 3 sungai), restocking di perairan umum, sampling uji kualitas air budidaya, pengelolaan BBI dan SUBRAISER. Kesehatan hewan dan masyarakat veteriner meliputi, pelaksanaan kegiatan terkait kesehatan hewan dan masyarakat veteriner, pengelolaan Rumah Potong Hewan dengan layanan sewa mobil angkut daging, pemotongan kambing/domba, pemotongan sapi/kuda/kerbau betina non produktif dan pemotongan sapi/kuda/kerbau jantan, pengelolaan Poliklinik Hewan dengan layanan vaksinasi unggas dan hewan kesayangan, titip sehat dan rawat inap, konsultasi kesehatan hewan dan laboratorium.

Pada sesi verifikasi usulan pokok pikiran Dewan 2021 untuk perencanaan 2022, disampaikan Ir. Supartama, M.Sc. Banyak  masukan untuk pengembangan kegiatan DPP. Usulan-usulan tersebut masih perlu dicermati kembali terkait jenis kegiatan dan anggaran, sembari disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Rapat virtual ditutup dengan penandatanganan Berita Acara forum OPD DPP.