Fungsi Strategis Kebun Plasma Nutfah Pisang Dalam Ketahanan Pangan di Yogyakarta

Banyak mata tertuju ke Kebun Plasma Nutfah Pisang. Keberadaannya semakin moncer. KPNP menjadi bank gen pisang terlengkap se-Asia Tenggara yang mampu mempertahankan koleksi tanaman pisang yang saat ini memiliki total 333 kultivar dan akan terus menambah koleksi benih pisang unggul dari berbagai wilayah.
Kamis, 9 Januari 2025, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melaksanakan perhelatan istimewa, menerima kunjungan kerja dari Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X. Rangkaian acara adalah menanam pohon induk pisang, panen buah pisang, dan penyerahan bantuan benih pisang ke masyarakat, dilanjutkan survey lapangan bersama Pj. Wali Kota Yogyakarta Ir. Sugeng Purwanto, M.M.A. dipandu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi, S.E., M.Si. didampingi Kepala Bidang Pertanian Eny Sulistyowati, S.P. berkeliling lapangan meninjau KPNP, Kebun Hortikultura, Rumah Aklimatisasi Pisang, dan Laboratorium Kultur Jaringan.
Hadir Sekretaris Daerah DIY Drs. Beny Suharsono, M.Si., Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., jajaran Pejabat Pemerintah Daerah DIY, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Mohammad Sofyan, S.T. dan tamu undangan lainnya.

Acara diawali penanaman pohon induk Pisang asli dari Kota Yogyakarta yaitu Raja Bagus oleh Paku Alam X dilanjutkan panen buah pisang Raja Bulu Kuning. Diikuti oleh penanaman pohon induk pisang Genderuwo, Lase, Tanduk dan panen buah pisang Phia 25, dan Cavendish oleh Pj. Wali Kota dan pejabat yang hadir.

Paku Alam X menyerahkan bantuan benih pisang Kepok Manurun berasal dari perbanyakan kultur jaringan kepada perwakilan 14 Forum Gapoktan Kota Yogyakarta untuk ditanam di wilayah masing-masing Kemantren. Acara ceremonial berlangsung di Joglo Sangga Buana.
Dalam sambutannya, Sugeng menyampaikan bahwa KPNP memiliki luas lahan lebih kurang 2 hektar atau tepatnya 19.525m² dengan koleksi kultivar pisang yang saat ini masih terpelihara dengan baik yaitu sebanyak 333, merupakan terlengkap se Asia Tenggara, KPNP ini salah satunya yang paling lengkap dan kopen (terpelihara) di Indonesia. Kebun ini diinisiasi oleh almarhumah Ibu Negara yaitu ibu Tin Soeharto pada tahun 1988.
"Keberadaan KPNP sejalan dengan dawuh Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, menerjemahkan sebagai dawuh pengembangan seed center untuk kota Yogyakarta atau Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan luas lahan yang terbatas, value added dapat dilaksanakan sehingga kita mendapatkan nilai lebih dari jualan bibit atau kita pelopor kegiatan di bidang perbenihan" ujar Sugeng
Sugeng menambahkan "Secara filosofis, pisang merupakan bagian dari sumber karbohidrat yang luar biasa tentunya bagi masyarakat Jawa yang saat ini keberadaan tanaman ini mulai langka sehingga kami ngepush dari Plasma Nutfah Kota Yogyakarta betul-betul nanti semua kultivar yang ada yang sejumlah 333 bisa di sosialisasikan dibantukan selain tentunya nuwun sewu ada PAD untuk lokasi ini sehingga harapan kami juga dalam rangka mengembangkan untuk bisa dibantukan dan diperjualbelikan di seluruh Indonesia"

"Kesempatan luar biasa ini memang di setting untuk pamer bahwa di Kota Yogyakarta ada satu potensi genetis yaitu pengembangan pisang yang dilabkan secara kultur jaringan yang sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Betul-betul semua kultivar yang ada disini masih teridentifikasi dengan baik melalui konservasi ex situ. Maturnuwun kepada Bapak Wakil Gubernur melalui Pak Aris kami dibantu melalui bantuan keuangan khusus (Danais) senilai 2,5 milyar, sangat bermanfaat bagi kita semua karena KPNP yang merupakan satu-satunya di Indonesia dan termasuk koleksi terlengkap di Asia Tenggara" terang Sugeng.

Sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dibacakan Wakil Gubernur menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebuah ceremony tetapi juga memiliki arti penting dalam mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan khususnya di kota Yogyakarta. Kebun plasma Nutfah Pisang ini adalah salah satu varian penting yang memberikan kontribusi besar bagi pelestarian keragaman hayati dengan koleksi lebih dari 300 varietas pisang. Kebun ini tidak hanya menjadi pusat konservasi genetik terbesar di Indonesia tetapi juga memiliki peran strategis dalam pelestarian keanekaragaman.

Gubernur juga mendorong pemanfaatan teknologi modern seperti digitalisasi dan lainnya untuk mempercepat pengembangan varietas unggul serta mendukung sistem pertanian berkelanjutan. selain itu, pemberdayaan masyarakat lokal khususnya petani harus menjadi prioritas. Petani tidak hanya menjadi bagian dari konservasi tetapi juga mendapatkan manfaat langsung dari hasil panen. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat.

"Menanam pohon pada dasarnya adalah menanam harapan, harapan untuk lingkungan yang lebih hijau dan ketahanan pangan yang lebih kokoh dan masa depan yang lebih baik bagi generasi yang mendatang. Untuk sambutan ini Saya berikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta serta semua pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Saya yakin upaya kita bersama akan membawa manfaat besar bagi kota Yogyakarta dan masyarakat Indonesia. Semoga acara ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua" Tutup Wagub membacakan sambutan Gubernur DIY.
