Peningkatan Kewaspadaan PMK di Kota Yogyakarta

Kamis (2/1), Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melalui Bidang Perikanan dan kehewanan melaksanakan koordinasi dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang beberapa minggu ini kasusnya meningkat di Indonesia. Koordinasi dipimpin oleh drh. Sri Panggarti selaku Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan sekaligus Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Kota Yogyakarta dengan peserta dari Bidang Perikanan dan Kehewanan. Dalam kegiatan tersebut beliau menyampaikan bahwa saat ini kasus PMK di Kota Yogyakarta 0 kasus. Kemudian langkah-langkah/upaya dalam peningkatan kewaspadaan PMK di Kota Yogyakarta antara lain : Tim Kesehatan Hewan untuk segera melaksanakan pemantauan hewan rentan PMK (Sapi, Kambing/Domba) dan melaksanakan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada peternak mandiri maupun ke Kelompok Ternak terkait PMK, memberikan desinfektan, meningkatkan kewaspadaan PMK di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan serta pengawasan terhadap lalu lintas ternak yang keluar maupun yang akan masuk ke Kota Yogyakarta.
Pada hari itu juga Tim Kesehatan Hewan melaksanakan monitoring/pemantauan di 5 titik lokasi peternak/ kelompok ternak di Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo dan di Kelurahan Rejowinangun dan Prenggan Kemantren Kotagede dengan jumlah 23 ekor sapi terpantau dalam kondisi sehat. Dalam pelaksanaan KIE drh. Sri Panggarti berpesan untuk peternak agar waspada namun tidak panik yaitu dengan menjaga kondisi ternak melalui pemberian pakan yang cukup, menjaga kebersihan kandang serta menerapkan biosecurity yang ketat. Sementara ini, peternak diharapkan tidak mendatangkan sapi baru dari daerah lain/pasar hewan ke kandang karena kebanyakan kasus, terjadi pada sapi baru yang berasal dari pasar hewan. Apabila ada pembelian sapi baru, untuk dipisahkan terlebih dahulu (dikarantina 14 hari) dari sapi yang lama, dan harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) maupun riwayat vaksinasi dan kesehatannya. Apabila ada sapi yang sakit, segera ke unit pelayaan kesehatan hewan.
Pesan untuk masyarakat Kota Yogyakarta agar tidak tergiur dengan harga daging yang murah. Pastikan membeli daging di kios daging yang telah terdaftar dan dipantau oleh petugas yang berwenang.