Paniradya Kaistimewan DIY Angkat Potensi Pisang di Kebun Plasma Nutfah Pisang Untuk Kesejahteraan Masyarakat 

Awal tahun 2025, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menerima kunjungan kerja dari Paniradya Kaistimewan DIY pada Minggu, 5 Januari 2025. Pimpinan rombongan adalah Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si. menjabat sebagai Paniradya Pati Kaistimewan DIY, ikut membersamai adalah Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Kaistimewan, Tri Agus Nugroho, S. Sos., M.Sc., Kepala Bidang Urusan Pertanahan, Puji Winarti, S. T.P., M.P.A., Kepala Bidang Urusan Tata Ruang, Nur Ikhwan Rahmanto, S.Ant., M.URP., dan Kepala Subbidang Perencanaan Urusan Pertanahan, Pangky Arbindarta Kusuma., S.E., M.Sc. Hadir dalam rombongan adalah Anggota Komisi B Fajar Kurniawan S.IP.

Rombongan diterima di ruang rapat raja bagus oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Isnayanti Sudiasih, S.I.P. didampingi Kepala Bidang Pertanian, Eny Sulistyowati, S.P. dan Kepala Sub Bagian Keuangan dan Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Ashardini Eka Setianingsih, S.T.P., M.T. dan beberapa staf.
Paparan materi tentang KPNP disampaikan oleh Kepala Bidang Pertanian, Eny Sulistyowati, S.P. kemudian dilanjutkan diskusi dipimpin oleh Isnayanti.

Dalam tanggapannya, Aris menyampaikan bahwa Yogyakarta penuh potensi salah satunya Kebun Plasma Nutfah Pisang (KPNP), maka pihaknya mengajak seluruh Kepala Bidang dari Paniradya Kaistimewan DIY berusaha untuk mengetahui tentang keberadaan KPNP yang sebenarnya sudah ada sejak dulu yakni tahun 1988.

"Harapan kami ketika kemudian berkunjung ini, pisang bisa menjadi salah satu cara Pemerintah Daerah bekerja sama dengan Pemerintah di Kalurahan maupun masyarakat langsung untuk menyejahterakan masyarakat melalui pengembangan pisang yang ada di Yogyakarta. Dan kita ketahui bahwa kaitan dengan budaya kita banyak menggunakan salah satunya pisang" ujar Aris. Aris berharap kedepan ada kolaborasi yang cukup bagus antara Pemerintah Kota Yogyakarta, Paniradya Kaistimewan DIY/Pemda DIY bersama masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan.

Melihat benih pisang dari Kultur Jaringan di rumah aklimatisasi

"Harapan kedepan tentu agar bisa menjawab berbagai macam permasalahan di Yogyakarta khususnya pemberdayaan masyarakat dalam rangka untuk mengatasi kemiskinan di Yogyakarta, karena kami melihat pisang salah satu peluang untuk kemudian menjadi bagian cara kita bersama-sama untuk menyejahterakan masyarakat" tambah Aris.

Fajar menyampaikan "Saya optimis KPNP yang di kelola Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan semakin berkembang dengan kolaborasi berbagai pihak salah satunya dengan Paniradya Keistimewan DIY. Dengan mengusung konsep pengembangan budidaya pisang berbasis kultur jaringan, benih pisang bisa di kembangkan ke berbagai kalurahan di DIY dengan jaminan lebih cepat berbuah. Saya berharap kolaborasi ini bisa membuat KPNP bisa lebih berkontribusi dalam menyumbang PAD Kota Yogyakarta".

Agenda selanjutnya, tamu rombongan survey lapangan untuk meninjau kegiatan yang ada di Kebun Hortikultura yang memiliki aneka macam benih tanaman hias, Toga/herbal, dan benih buah bersertifikat. Diiringi hujan yang mengguyur sejak pagi, tidak menyurutkan langkah mereka ke lapangan.Kemudian menyaksikan lebih dekat keberadaan laboratorium kultur jaringan, dilanjutkan ke rumah aklimatisasi pisang.  Diiringi hujan yang mengguyur sejak pagi, tidak menyurutkan langkah mereka ke lapangan.

Berikutnya menuju KPNP untuk mengenal keanekaragaman hayati kultur varietas (kultivar) pisang. Tamu menyusuri tiap blok dari ujung utara sampai ujung selatan, memastikan  tiap bloknya terdapat kultivar apa saja, dan keunikan dari karakter masing-masing pisang tersebut.

Mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman

Kunjungan lapangan ini berfokus pada usulan pengembangan KPNP  berkolaborasi dengan Dana Keistimewaan, kedepan tidak hanya melestarikan kultivar pisang, tetapi memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi yang baik, nantinya dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dan berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di Yogyakarta.